{"id":16822,"date":"2026-07-01T13:10:20","date_gmt":"2026-07-01T13:10:20","guid":{"rendered":"https:\/\/sonarpustaka.com\/?post_type=product&#038;p=16822"},"modified":"2026-07-01T13:10:20","modified_gmt":"2026-07-01T13:10:20","slug":"menyulam-riuh-dalam-sunyi","status":"publish","type":"product","link":"https:\/\/sonarpustaka.com\/index.php\/produk\/menyulam-riuh-dalam-sunyi\/","title":{"rendered":"Menyulam Riuh dalam Sunyi"},"content":{"rendered":"<p>\u201cMenyulam Riuh dalam Sunyi merupakan karya sastra yang luar biasa bagi seorang Penulis pemula yang masih belia, Shafa Haura Putri. Setiap kisah menggambarkan pergolakan bathin remaja yang berada pada fase perkembangan Psikologi dalam tahap Pencarian Identitas Diri. Peranan Significant Person, khususnya orang tua dalam pola asuhnya sangat menentukan keberhasilan remaja dalam menemukan identitas dirinya.\u201d<br \/>\n&#8211; Dr. Ni Made Juwita Rustiani, S.Psi., M.Psi., Psikolog (Pensiunan Dinas Psikologi TNI AD &amp; Psikolog Profesional Independen)<\/p>\n<p>\u201cSebagai seorang dosen Psikologi, saya melihat antologi cerpen ini memiliki nilai edukatif yang tinggi dalam membantu pembaca memahami berbagai fenomena psikologis pada masa remaja. Penulis berhasil menerjemahkan konsep-konsep seperti pengabaian emosional, kesepian, pencarian identitas diri, kebutuhan akan ruang aman, hingga proses resiliensi ke dalam narasi yang mudah dipahami dan menyentuh. Karya ini dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk membuka diskusi mengenai kesehatan mental remaja.\u201d<br \/>\n&#8211; Devy Sekar Ayu Ningrum, M.Psi., Psikolog (Dosen Universitas Negeri Gorontalo &amp; Psikolog Halodoc)<\/p>\n<p>\u201cMenyulam Riuh dalam Sunyi menghadirkan gambaran yang kuat tentang dunia batin remaja yang sering kali tidak terlihat oleh lingkungan sekitarnya. Dengan kepekaan yang tinggi, Shafa Haura Putri mengangkat tema pengabaian emosional, kebutuhan akan penerimaan, serta perjalanan menuju pemahaman dan penerimaan diri. Tulisan ini bukan hanya menyentuh secara emosional, tetapi juga memberikan refleksi penting tentang arti dari kehadiran, empati, dan kesehatan mental dalam kehidupan keluarga dan remaja masa kini.\u201d<br \/>\n&#8211; Ecep Supriatna (Dosen Psikologi Universitas Paramadina)<\/p>\n<p>\u201cDi tangan Shafa Haura Putri, ruang kosong dalam hati diolah menjadi cerita tentang perjalanan menuju diri sendiri. \u2018Pulang\u2019 dalam buku ini bukan semata-mata soal alamat, melainkan keberanian mengakui luka dan kesediaan menerima diri sendiri. Sebagai karya yang lahir dari kepekaan seorang penulis muda, antologi ini menunjukkan sesuatu yang penting: sastra masih memiliki kemampuan untuk mendengarkan suara-suara yang selama ini hanya bergema dalam kesendirian.\u201d<br \/>\n&#8211; Yurnaldi (Sastrawan &amp; Wartawan Utama)<\/p>\n<p>\u201cMembaca Menyulam Riuh dalam Sunyi membuat saya teringat bahwa tidak semua luka datang dengan suara yang keras. Melalui tokoh-tokohnya, Shafa Haura Putri mengajak pembaca menyusuri ruang-ruang sepi yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Buku ini bukan sekadar kumpulan cerpen, melainkan ruang refleksi tentang perasaan, keluarga, kehilangan, dan upaya menerima diri sendiri. Sebuah bacaan yang hangat, terutama bagi mereka yang pernah merasa tidak benar-benar didengar.\u201d<br \/>\n&#8211; Emi Suy (Penyair &amp; Pengurus Komunitas Sastra Jakarta Barat (Kosakata))<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: Shafa Haura Putri<br \/>\nTebal Buku: xxvi &#8211; 156<br \/>\nUkuran: 13&#215;20 cm<br \/>\nISBN: &#8211; (sedang proses pengajuan)<br \/>\nCetakan Pertma: Juli 2026<\/p>\n<p>Di dalam kepala setiap anak, ada sebuah ruang sunyi yang terkunci rapat. Di sanalah riuh bermukim, menjelma menjadi ekspektasi yang keliru, kasih sayang yang berjalan timpang, serta rindu pada dekap keluarga yang perlahan memudar menjadi asing. Dalam kumpulan cerpen ini, setiap tokoh melangkah menyusuri labirin emosi mereka sendiri. Mereka adalah para perajut sepi, yang dengan jemari gemetar mencoba menyulam kembali retakan-retakan di dinding rumah mereka. Menyulam Riuh dalam Sunyi akan menemanimu melihat bahwa di balik setiap keheningan selalu ada jeritan untuk didengar. Mari masuk ke dalam sunyi dan dengarkan riuhnya!<\/p>\n","protected":false},"featured_media":16823,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"product_brand":[],"product_cat":[38],"product_tag":[],"class_list":["post-16822","product","type-product","status-publish","has-post-thumbnail","product_cat-fiksi","first","onbackorder","sale","shipping-taxable","purchasable","product-type-simple"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sonarpustaka.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/product\/16822","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sonarpustaka.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/product"}],"about":[{"href":"https:\/\/sonarpustaka.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/product"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sonarpustaka.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16822"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sonarpustaka.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/product\/16822\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16825,"href":"https:\/\/sonarpustaka.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/product\/16822\/revisions\/16825"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sonarpustaka.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16823"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sonarpustaka.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16822"}],"wp:term":[{"taxonomy":"product_brand","embeddable":true,"href":"https:\/\/sonarpustaka.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/product_brand?post=16822"},{"taxonomy":"product_cat","embeddable":true,"href":"https:\/\/sonarpustaka.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/product_cat?post=16822"},{"taxonomy":"product_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sonarpustaka.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/product_tag?post=16822"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}