Gelombang Pendidikan Modern
Gelombang Pendidikan Modern Harga aslinya adalah: Rp60.000.Harga saat ini adalah: Rp48.000.
Back to products

Maya di Balik Layar Ponselnya

Harga aslinya adalah: Rp72.000.Harga saat ini adalah: Rp57.600.

Penulis: Reffi Dhinar
Ukuran : 13×20 cm
Jumlah Halaman: vi-198 halmaan
ISBN: Proses Pengajuan ISBN
Cetakan Pertama, Januari 2026

Tidak semua orang puas menjadi dirinya sendiri. Sebagian justru terobsesi pada kehidupan orang lain yang tampak lebih nyaman, lebih senang, dan lebih bahagia. Maya adalah salah satunya. Ketidakpuasan pada diri dan keberadaannya membuat ia memandang hidup Kamila sebagai gambaran kesempurnaan yang ingin dimiliki. Dari sekian banyak pilihan yang mungkin diambil seseorang dalam situasi seperti itu, Maya memilih jalan yang keliru. Ia memutuskan menjadi orang lain. Ia mengganti nama, memoles citra diri, merias tubuh dan kehidupannya agar terlihat gemerlap dan sempurna, menciptakan ilusi tentang kebahagiaan yang selama ini ia dambakan. Untuk sesaat, kepalsuan itu terasa indah, bahkan meyakinkan. Namun perlahan topeng itu retak, dan Maya menyadari bahwa kepalsuan tak pernah benar-benar aman untuk disimpan. Topeng itu rapuh, menipu, dan sewaktu-waktu dapat berubah menjadi senjata yang menghunus tanpa peringatan, melukai orang lain, sekaligus dirinya sendiri.

Tersedia di backorder

Kategori: Tag: ,
Deskripsi

Novel Maya di Balik Layar Ponselnya menghadirkan potret remaja yang hidup di persimpangan antara kenyataan dan dunia semu media sosial. Maya digambarkan sebagai seorang gadis yang gandrung pada kesenangan khas usia muda, haus akan pengakuan, dan ingin selalu menjadi pusat perhatian. Ponsel menjadi ruang pelariannya. Ponsel menjadi media membangun citra diri yang gemerlap walau jauh dari kehidupan nyata yang sederhana.

Di balik layar ponselnya, Maya menjalani pergulatan batin dalam pencarian jati diri. Ia tumbuh di tengah keluarga dengan keterbatasan ekonomi dan komunikasi yang tidak selalu hangat, sehingga membuatnya merasa kurang dilihat dan dipahami. Perasaan ini mendorong Maya membandingkan dirinya dengan teman-teman sebaya yang hidup lebih mapan, memicu persaingan sosial yang kian tajam di kalangan remaja. Alih-alih menempuh jalan yang jujur dan bertahap, Maya memilih memoles citra diri. Ia menciptakan persona baru. Maya berpura-pura menjadi sosok yang selama ini ia impikan, lebih kaya, lebih populer, dan lebih diakui. Namun, kepura-puraan itu perlahan menjeratnya, menimbulkan jarak antara siapa dirinya sebenarnya dan siapa yang ia tampilkan kepada dunia.

Melalui kisah Maya, novel ini mengajak pembaca merenungi dampak media sosial terhadap pembentukan identitas remaja, rapuhnya komunikasi dalam keluarga, serta tekanan persaingan yang sering kali tak terlihat. Maya di Balik Layar Ponselnya bukan sekadar cerita tentang pencitraan, melainkan refleksi tentang keberanian untuk berdamai dengan diri sendiri dan menerima kenyataan apa adanya.

Ulasan (0)

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Maya di Balik Layar Ponselnya”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shipping & Delivery

MAECENAS IACULIS

Vestibulum curae torquent diam diam commodo parturient penatibus nunc dui adipiscing convallis bulum parturient suspendisse parturient a.Parturient in parturient scelerisque nibh lectus quam a natoque adipiscing a vestibulum hendrerit et pharetra fames nunc natoque dui.

ADIPISCING CONVALLIS BULUM

  • Vestibulum penatibus nunc dui adipiscing convallis bulum parturient suspendisse.
  • Abitur parturient praesent lectus quam a natoque adipiscing a vestibulum hendre.
  • Diam parturient dictumst parturient scelerisque nibh lectus.

Scelerisque adipiscing bibendum sem vestibulum et in a a a purus lectus faucibus lobortis tincidunt purus lectus nisl class eros.Condimentum a et ullamcorper dictumst mus et tristique elementum nam inceptos hac parturient scelerisque vestibulum amet elit ut volutpat.