RUMAH KARYA BERSAMA
Bergabunglah bersama dan mari kita bawa buku Anda mendunia.
LAYANAN KONVERSI NASKAH PROFESIONAL
Ubah disertasi Anda menjadi buku populer yang digemari semua orang!
AHLI PEMASARAN DIGITAL
Bersama tim berpengalaman, ebook Anda akan tersebar ke seluruh dunia.
TOP CATEGORIES
SALE PRODUCTS
Gelombang Pendidikan Modern
Nama Penulis: Azizah, dkk.
Tebal Buku: 128 halaman
Ukuran Buku: 13x20 cm
ISBN: - (sedang proses)
Cetakan Pertama, Januari 2026
Buku ini mengulas profesionalisme guru di tengah krisis keteladanan, maraknya bullying, serta tantangan membentuk generasi berakhlak di era digital. Tidak hanya itu, buku ini juga menyoroti fenomena melemahnya otoritas guru dan meningkatnya kasus kekerasan serta kriminalisasi terhadap pendidik. Pendidikan modern bergerak dalam gelombang perubahan yang cepat dan tak selalu ramah. Digitalisasi, pembaruan kurikulum, dan keterbukaan informasi membawa harapan besar, tetapi juga memunculkan persoalan-persoalan baru yang kian nyata di ruang-ruang sekolah. Dilema serius dalam dunia pendidikan hari ini patut mendapatkan perhatian penuh dari guru, orang tua, dan siapa pun yang peduli pada masa depan pendidikan.
Manusia sebagai Manifestasi Tuhan: Relasi Tuhan dan Manusia dalam Hakikat Penciptaan Alam Semesta
Penulis: Robith Marzuban
Ukuran: 13x20 cm
Jumlah Halaman: xxx - 260
ISBN: 978-634-04-6557-0 (cetak) / 978-634-04-6558-7 (PDF)
Cetakan Pertama, Januari 2026
Tema tentang Tuhan, manusia, dan relasi keduanya selalu menempati ruang paling mendasar dalam sejarah pemikiran keagamaan. Ia bukan hanya persoalan doktrinal, melainkan juga pergulatan eksistensial yang menyentuh pengalaman batin manusia lintas zaman. Buku ini hadir di tengah pergulatan tersebut dengan menawarkan cara pandang yang reflektif, tenang, dan tidak tergesa-gesa dalam menarik kesimpulan. Alih-alih memaksakan jawaban final, pembahasan di dalamnya justru mengajak pembaca untuk menata ulang cara bertanya tentang Tuhan, manusia, dan makna keberadaan.
Buku ini juga memperlihatkan keluasan horizon intelektual melalui perspektif lintas generasi dan lintas agama. Pemikiran para tokoh klasik Islam didialogkan dengan gagasan pemikir modern, sementara konsep-konsep ketuhanan dalam Islam dibaca berdampingan dengan tradisi Kristen dan Yahudi. Pendekatan komparatif ini tidak dimaksudkan untuk menyeragamkan keyakinan, melainkan untuk memperlihatkan bahwa pencarian makna tentang Tuhan dan manusia merupakan pergulatan universal yang melampaui batas-batas tradisi keagamaan.
Maya di Balik Layar Ponselnya
Penulis: Reffi Dhinar
Ukuran : 13x20 cm
Jumlah Halaman: vi-198 halmaan
ISBN: Proses Pengajuan ISBN
Cetakan Pertama, Januari 2026
Tidak semua orang puas menjadi dirinya sendiri. Sebagian justru terobsesi pada kehidupan orang lain yang tampak lebih nyaman, lebih senang, dan lebih bahagia. Maya adalah salah satunya. Ketidakpuasan pada diri dan keberadaannya membuat ia memandang hidup Kamila sebagai gambaran kesempurnaan yang ingin dimiliki. Dari sekian banyak pilihan yang mungkin diambil seseorang dalam situasi seperti itu, Maya memilih jalan yang keliru. Ia memutuskan menjadi orang lain. Ia mengganti nama, memoles citra diri, merias tubuh dan kehidupannya agar terlihat gemerlap dan sempurna, menciptakan ilusi tentang kebahagiaan yang selama ini ia dambakan. Untuk sesaat, kepalsuan itu terasa indah, bahkan meyakinkan. Namun perlahan topeng itu retak, dan Maya menyadari bahwa kepalsuan tak pernah benar-benar aman untuk disimpan. Topeng itu rapuh, menipu, dan sewaktu-waktu dapat berubah menjadi senjata yang menghunus tanpa peringatan, melukai orang lain, sekaligus dirinya sendiri.
SPECIAL OFFER
Maya di Balik Layar Ponselnya
Penulis: Reffi Dhinar
Ukuran : 13x20 cm
Jumlah Halaman: vi-198 halmaan
ISBN: Proses Pengajuan ISBN
Cetakan Pertama, Januari 2026
Tidak semua orang puas menjadi dirinya sendiri. Sebagian justru terobsesi pada kehidupan orang lain yang tampak lebih nyaman, lebih senang, dan lebih bahagia. Maya adalah salah satunya. Ketidakpuasan pada diri dan keberadaannya membuat ia memandang hidup Kamila sebagai gambaran kesempurnaan yang ingin dimiliki. Dari sekian banyak pilihan yang mungkin diambil seseorang dalam situasi seperti itu, Maya memilih jalan yang keliru. Ia memutuskan menjadi orang lain. Ia mengganti nama, memoles citra diri, merias tubuh dan kehidupannya agar terlihat gemerlap dan sempurna, menciptakan ilusi tentang kebahagiaan yang selama ini ia dambakan. Untuk sesaat, kepalsuan itu terasa indah, bahkan meyakinkan. Namun perlahan topeng itu retak, dan Maya menyadari bahwa kepalsuan tak pernah benar-benar aman untuk disimpan. Topeng itu rapuh, menipu, dan sewaktu-waktu dapat berubah menjadi senjata yang menghunus tanpa peringatan, melukai orang lain, sekaligus dirinya sendiri.
Gelombang Pendidikan Modern
Nama Penulis: Azizah, dkk.
Tebal Buku: 128 halaman
Ukuran Buku: 13x20 cm
ISBN: - (sedang proses)
Cetakan Pertama, Januari 2026
Buku ini mengulas profesionalisme guru di tengah krisis keteladanan, maraknya bullying, serta tantangan membentuk generasi berakhlak di era digital. Tidak hanya itu, buku ini juga menyoroti fenomena melemahnya otoritas guru dan meningkatnya kasus kekerasan serta kriminalisasi terhadap pendidik. Pendidikan modern bergerak dalam gelombang perubahan yang cepat dan tak selalu ramah. Digitalisasi, pembaruan kurikulum, dan keterbukaan informasi membawa harapan besar, tetapi juga memunculkan persoalan-persoalan baru yang kian nyata di ruang-ruang sekolah. Dilema serius dalam dunia pendidikan hari ini patut mendapatkan perhatian penuh dari guru, orang tua, dan siapa pun yang peduli pada masa depan pendidikan.
Manusia sebagai Manifestasi Tuhan: Relasi Tuhan dan Manusia dalam Hakikat Penciptaan Alam Semesta
Penulis: Robith Marzuban
Ukuran: 13x20 cm
Jumlah Halaman: xxx - 260
ISBN: 978-634-04-6557-0 (cetak) / 978-634-04-6558-7 (PDF)
Cetakan Pertama, Januari 2026
Tema tentang Tuhan, manusia, dan relasi keduanya selalu menempati ruang paling mendasar dalam sejarah pemikiran keagamaan. Ia bukan hanya persoalan doktrinal, melainkan juga pergulatan eksistensial yang menyentuh pengalaman batin manusia lintas zaman. Buku ini hadir di tengah pergulatan tersebut dengan menawarkan cara pandang yang reflektif, tenang, dan tidak tergesa-gesa dalam menarik kesimpulan. Alih-alih memaksakan jawaban final, pembahasan di dalamnya justru mengajak pembaca untuk menata ulang cara bertanya tentang Tuhan, manusia, dan makna keberadaan.
Buku ini juga memperlihatkan keluasan horizon intelektual melalui perspektif lintas generasi dan lintas agama. Pemikiran para tokoh klasik Islam didialogkan dengan gagasan pemikir modern, sementara konsep-konsep ketuhanan dalam Islam dibaca berdampingan dengan tradisi Kristen dan Yahudi. Pendekatan komparatif ini tidak dimaksudkan untuk menyeragamkan keyakinan, melainkan untuk memperlihatkan bahwa pencarian makna tentang Tuhan dan manusia merupakan pergulatan universal yang melampaui batas-batas tradisi keagamaan.
Cincin Sulaiman di Tanah Deli: Jaringan Arab-Hadrami di Sumatera Utara 1905–1966
Penulis: Taslim Batubara
Ukuran Buku: 13x20 cm
Jumlah Halaman: xxxviii - 130
ISBN: 978-634-04-5764-3 (Cetak) / 978-634-04-5765-0 (E-book)
Buku berjudul “Cincin Sulaiman di Tanah Deli: Jaringan Arab-Hadrami di Sumatera Utara 1905–1966” hadir sebagai upaya pengisian satu kekosongan penting dalam historiografi Nusantara. Dalam wacana sejarah perdag-angan, migrasi, dan kehidupan sosial-keagamaan di kepulauan ini, komunitas perantau dari Hadramaut telah memainkan peran strategis yang panjang dan kompleks, baik sebagai pedagang, pengelola jaringan kredit, perantara budaya, serta figur-figur agama yang berpengaruh. Meski demikian, jejak-jejak kontribusi mereka kerap tersebar pada arsip-arsip kolonial, kronik lokal, dan literatur keluarga, sehingga gambaran menyeluruh tentang posisi mereka di lanskap ekonomi dan sosial Nusantara masih jarang tersedia dalam bentuk bacaan yang komprehensif.
Mitos dan Ritus Sendang Seliran: Tafsir Strukturalisme Levi-Strauss terhadap Perilaku Sosial
Nama Penulis: Lailul Ilham
Tebal Buku: 128 halaman
Ukuran Buku: 13x20 cm
ISBN: 978-634-04-5288-4 (Cetak) / 978-634-04-5287-7 (E-book)
Kehidupan sosial manusia tidak semata dibentuk oleh hukum, peraturan, atau sistem administratif yang mengatur perilaku warga dalam bingkai formal. Di balik tatanan yang tampak rasional itu, terdapat lapisan makna yang lebih dalam, yaitu sebuah kesadaran bersama yang tumbuh dan diwariskan dari generasi ke generasi melalui cerita-cerita, simbol, dan ritus kebudayaan. Kesadaran ini sering kali bersumber dari mitos maupun legenda lokal yang aktif di dalam imajinasi masyarakat. Cerita-cerita itu membentuk cara pandang masyarakat terhadap alam, lingkungan, dan sesama.
Buku ini berangkat dari pandangan tersebut. Sebuah usaha menelusuri bagaimana mitos Sendang Seliran bukan sekadar cerita turun-temurun, tetapi juga menjadi pedoman tak tertulis yang mengatur laku sosial dan ritus keseharian. Sendang Seliran adalah sebuah situs bersejarah berupa kolam pemandian yang berada di Kotagede, Yogyakarta. Situs ini terletak tepat di sebelah selatan kompleks Makam Raja‑raja Mataram Kotagede. Dalam cerita mitologis, masyarakat meyakini bahwa sendang ini dibangun oleh Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram Islam, dan digunakan sebagai tempat bersuci atau ritual sebelum melakukan kegiatan spiritual. Diyakini, di dalam sendang bersemayam makhluk penjaga berupa “lele putih” sebagai simbol penjaga keseimbangan serta penanda kesucian tempat ini. Kehadiran makhluk ini menegaskan bahwa sendang bukan hanya sumber air secara fisik, tetapi juga pusat energi spiritual yang menjaga tatanan kehidupan masyarakat sekitar.
Manifestasi Tasawuf: Dari Doktrin, Teori, hingga Pengalaman Hidup
Nama Penulis: Ali Usman
Tebal Buku: 230 halaman
Ukuran: 13x20 cm
ISBN: 978-634-04-3825-3
Keseluruhan isi buku ini berusaha memperlihatkan bagaimana tasawuf, dimensi esoterisme Islam, bergumul dengan realitas kehidupan. Dari ajaran atau doktrin, ia dihayati, diinternalisasi, lalu menjelma menjadi perspektif atau teori, hingga akhirnya mewujud dalam laku dan pengalaman hidup.
Tulisan di dalamnya mencerminkan sebuah jendela yang memperlihatkan betapa kaya dan luasnya tasawuf. Dari mistisisme hingga sejarah, dari praktik keseharian hingga pergulatan pemikiran modern. Di dalamnya, Ali Usman mengajak kita menyelami tasawuf bukan hanya sebagai doktrin abstrak, melainkan sebagai laku, pengalaman, dan jalan hidup yang menyentuh dimensi batin manusia.
Buku ini hadir untuk menggambarkan suasana batin seorang pengamal tasawuf, bagaimana ajaran yang semula abstrak menjadi nyata dan "hidup" dalam keseharian. Kata "manifestasi" di sini dimaksudkan sebagai perwujudan dari teori menuju praktik. Itulah semangat utama yang menyertai buku ini. Oleh sebabitu, buku ini menjadi pantas dibaca bukan hanya oleh mereka yang sudah akrab dengan dunia tasawuf, tetapi juga oleh siapa saja yang mencari kedalaman spiritual dalam keseharian yang kerap terasa serba dangkal.




