Manusia sebagai Manifestasi Tuhan: Relasi Tuhan dan Manusia dalam Hakikat Penciptaan Alam Semesta
Rp106.000 Harga aslinya adalah: Rp106.000.Rp90.000Harga saat ini adalah: Rp90.000.
Penulis: Robith Marzuban
Ukuran: 13×20 cm
Jumlah Halaman: xxx – 260
ISBN: 978-634-04-6557-0 (cetak) / 978-634-04-6558-7 (PDF)
Cetakan Pertama, Januari 2026
Tema tentang Tuhan, manusia, dan relasi keduanya selalu menempati ruang paling mendasar dalam sejarah pemikiran keagamaan. Ia bukan hanya persoalan doktrinal, melainkan juga pergulatan eksistensial yang menyentuh pengalaman batin manusia lintas zaman. Buku ini hadir di tengah pergulatan tersebut dengan menawarkan cara pandang yang reflektif, tenang, dan tidak tergesa-gesa dalam menarik kesimpulan. Alih-alih memaksakan jawaban final, pembahasan di dalamnya justru mengajak pembaca untuk menata ulang cara bertanya tentang Tuhan, manusia, dan makna keberadaan.
Buku ini juga memperlihatkan keluasan horizon intelektual melalui perspektif lintas generasi dan lintas agama. Pemikiran para tokoh klasik Islam didialogkan dengan gagasan pemikir modern, sementara konsep-konsep ketuhanan dalam Islam dibaca berdampingan dengan tradisi Kristen dan Yahudi. Pendekatan komparatif ini tidak dimaksudkan untuk menyeragamkan keyakinan, melainkan untuk memperlihatkan bahwa pencarian makna tentang Tuhan dan manusia merupakan pergulatan universal yang melampaui batas-batas tradisi keagamaan.
Stok 75
Sejak dahulu, pembahasan tentang Tuhan telah menjadi diskursus besar yang tidak pernah selesai. Pertanyaanpertanyaan seperti bagaimana Tuhan mengatur alam, apa hakikat eksistensi-Nya, di mana keberadaan-Nya, hingga bagaimana hubungan Tuhan dengan manusia, terus memunculkan beragam pan-dangan dan aliran pemikiran. Perbedaan tersebut wajar, karena tidak ada satu pun manusia yang mampu menja-ngkau hakikat Tuhan secara utuh. Namun, membahas Tuhan tanpa kejernihan hati dan ketelitian berpikir justru dapat membuka ruang bagi kesalahpahaman dan penyimpangan. Oleh sebab itu, kita perlu bersikap hati-hati dan rendah hati dalam membicarakan apa pun yang berkaitan dengan ketuhanan.
Secara teoritis, buku ini menunjukkan bahwa upaya memahami Tuhan tidak pernah berlangsung dalam satu jalur tunggal. Tradisi Islam mengenal pendekatan rasional melalui ilmu kalam dan filsafat, pendekatan empiris melalui tafakkur atas alam sebagai ayat Tuhan, serta pendekatan intuitif melalui pengalaman batin dan penyucian jiwa. Ketiganya tidak diposisikan secara hierarkis dan saling meniadakan, melainkan sebagai jalan-jalan pengetahuan yang saling melengkapi dalam batas-batasnya masing-masing. Dalam konteks ini, hadis “berpikirlah tentang ciptaan Allah dan jangan memikirkan zat-Nya” dipahami sebagai penegasan metodologis, bukan sebagai penolakan terhadap akal.
MAECENAS IACULIS
Vestibulum curae torquent diam diam commodo parturient penatibus nunc dui adipiscing convallis bulum parturient suspendisse parturient a.Parturient in parturient scelerisque nibh lectus quam a natoque adipiscing a vestibulum hendrerit et pharetra fames nunc natoque dui.
ADIPISCING CONVALLIS BULUM
- Vestibulum penatibus nunc dui adipiscing convallis bulum parturient suspendisse.
- Abitur parturient praesent lectus quam a natoque adipiscing a vestibulum hendre.
- Diam parturient dictumst parturient scelerisque nibh lectus.
Scelerisque adipiscing bibendum sem vestibulum et in a a a purus lectus faucibus lobortis tincidunt purus lectus nisl class eros.Condimentum a et ullamcorper dictumst mus et tristique elementum nam inceptos hac parturient scelerisque vestibulum amet elit ut volutpat.






Ulasan
Belum ada ulasan.