Hidup ini adalah pilihan, maka kita buat semuanya serba romantis.
Di antara pilihan-pilihan sulit, masalah keluarga, dan cinta yang terhalang, Dara dihadapkan pada keputusan yang bisa mengubah segalanya. Akankah ia memilih hati atau logika? Apakah kisah cinta mereka akan berakhir indah, atau justru terhalang oleh masa lalu yang kelam?
Penulis: Anindira
Tebal: 211 halaman
Ukuran: 14 x 20 cm
Cetakan 1, Maret 2025
Indonesia yang Dipoles
Membaca buku ini seolah mengupas wajah Nusantara yang dipoles berlapis-lapis. Penulis berhasil menyingkap topeng-topeng sosial yang sering kita abaikan. Penderitaan petani, komodifikasi agama, hingga candu modernitas membuat anak negeri terlena dalam ilusi. Buku ini menghadirkan potret yang getir, namun tetap indah dalam bahasa. Buku ini tidak hanya penting dibaca, tetapi juga direnungkan. Hadir bukan sekadar kritik sosial, melain-kan sebuah undangan untuk berdialog dengan diri sendiri dan dengan bangsa ini. Di balik setiap kalimat, tersimpan harapan agar kita tidak kehilangan akar budaya dan nilai-nilai yang seharusnya menjadi penuntun dalam menghadapi derasnya arus globalisasi.
Penulis: Moh Siddiq
Tebal Buku: 90 halaman
Ukuran: 13x20 cm
Cetakan Pertama: September 2025
ISBN: 978-634-04-3671-6
Janji di Bawah Atap Bumi
Penulis: Ratna Istri
Ukuran : 13x20 cm
Jumlah Halaman: vi-200 halmaan
ISBN: 978-634-04-8766-4
Cetakan Pertama, Februari 2026
Ada anak-anak yang tumbuh tanpa tahu siapa yang melahirkan mereka. Ada pula yang terpaksa kehilangan keluarga sebelum sempat memahami seluruhnya. Namun kehilangan tidak selalu berarti akhir, kadang awal dari keberanian untuk bermimpi. Novel ini menghadirkan kisah tentang harapan yang ditanam di tanah yang retak, tentang janji kecil yang diucapkan melalui jari kelingking, dan tentang keyakinan bahwa masa depan tidak ditentukan oleh dari mana kita berasal, melainkan oleh seberapa teguh kita menjaga mimpi agar terus hidup bahkan ketika dunia terasa tak berpihak.
Ki Menyan dan Hamirung
Penulis: Amelia Julianti Latif
Ukuran : 13×20 cm
Jumlah Halaman: vi-222 halmaan
ISBN: 978-634-05-0126-1
Cetakan Pertama, Mei 2026
Ki Menyan dan Hamirung menghadirkan kisah yang merajut kearifan lokal Sunda dengan sentuhan fiksi yang memikat. Dari Desa Karyamukti, pembaca diajak menyelami kehidupan yang dekat dengan tradisi, kesenian karinding, maenpo, hingga upacara seka banda yang hidup berdampingan dengan jejak sejarah dan misteri purba.
Novel ini berbicara tentang asal usul, ingatan, dan keterhubungan waktu. Tentang bagaimana sesuatu yang dianggap mitos bisa jadi menyimpan kebenaran yang terlupakan. Di dalamnya, kearifan lokal tidak hanya hadir sebagai latar, tetapi sebagai ruh yang membentuk cara pandang, dan makna kehidupan.
Maya di Balik Layar Ponselnya
Penulis: Reffi Dhinar
Ukuran : 13x20 cm
Jumlah Halaman: vi-198 halmaan
ISBN: 978-634-04-7340-7
Cetakan Pertama, Januari 2026
Tidak semua orang puas menjadi dirinya sendiri. Sebagian justru terobsesi pada kehidupan orang lain yang tampak lebih nyaman, lebih senang, dan lebih bahagia. Maya adalah salah satunya. Ketidakpuasan pada diri dan keberadaannya membuat ia memandang hidup Kamila sebagai gambaran kesempurnaan yang ingin dimiliki. Dari sekian banyak pilihan yang mungkin diambil seseorang dalam situasi seperti itu, Maya memilih jalan yang keliru. Ia memutuskan menjadi orang lain. Ia mengganti nama, memoles citra diri, merias tubuh dan kehidupannya agar terlihat gemerlap dan sempurna, menciptakan ilusi tentang kebahagiaan yang selama ini ia dambakan. Untuk sesaat, kepalsuan itu terasa indah, bahkan meyakinkan. Namun perlahan topeng itu retak, dan Maya menyadari bahwa kepalsuan tak pernah benar-benar aman untuk disimpan. Topeng itu rapuh, menipu, dan sewaktu-waktu dapat berubah menjadi senjata yang menghunus tanpa peringatan, melukai orang lain, sekaligus dirinya sendiri.
Meditasi Telepon Genggam; Sehimpun Puisi
"Meditas Telepon Genggam; Sehimpun Puisi" adalah suara yang mengajak kita untuk berhenti sejenak, menyimak detak jantung sendiri, dan mengingat kembali bahwa manusia bukan hanya perangkat yang terhubung, melainkan jiwa yang merindukan makna. Buku ini adalah ruang perenungan bagi siapa saja yang merasa jenuh dalam keramaian digital dan ingin pulang, walau hanya sebentar, ke kedalaman batin yang sejati.
Penulis: Angga Wijaya
Tebal: 62 halaman
Ukuran: 13 x 19 cm
Cetakan 1, Juni 2025
ISBN: 978-634-04-0625-2
Motor Tua Bapak
Buku ini mengajak Anda menyelami dunia orang lain, namun pada akhirnya menemukan diri sendiri. Setiap cerita adalah lentera kecil yang menuntun di tengah keraguan, dan setiap emosi yang terpaut adalah pengingat: bahwa kita tidak pernah sendiri dalam pencarian makna. Di balik setiap cerita dalam buku ini, bersemayam potongan hidup yang lahir dari pengalaman nyata, bukan sekadar fiksi yang selesai di halaman terakhir. Di sini, tawa berjumpa tangis, rasa takut berdampingan dengan keberanian, dan kebahagiaan tumbuh di antara luka-luka kecil yang pernah singgah.
Penulis: Yoga Yusuf Permana
Tebal: 96 halaman
Ukuran: 13 x 20 cm
Cetakan 1, Agustus 2025
ISBN Cetak: 978-634-04-2083-8
ISBN Digital: 978-634-04-2082-1
Playlist Sebelum Mati
Penulis: Muhammad Rifan Pranto
Ukuran : 13x20 cm
Jumlah Halaman: viii-56 halmaan
ISBN: 978-634-05-0319-7
Cetakan Pertama, Mei 2026
Nona, kematian adalah kemerdekaan
dalam bentuk lain. bahasa sederhana
menyatakan tidak lagi ditindas dan
tidak lagi diperintah.
Dan akhirnya kita sama-sama
menjadi manusia merdeka.
Kau dengan kehidupanmu
aku dengan kematianku.
Pulang
Pulang adalah sebuah buku puisi yang menggali makna perjalanan batin seseorang yang merindukan kepulangan, baik secara fisik maupun emosional. Dalam kumpulan puisi ini, penulis membawa pembaca untuk merenung tentang konsep "rumah" yang lebih dari sekadar tempat, melainkan sebuah ruang batin yang penuh dengan kenangan, harapan, dan kerinduan yang tak pernah padam. Setiap puisi menyentuh sisi manusiawi yang paling dalam, mengeksplorasi tema-tema seperti kehilangan, cinta, pencarian identitas, dan ketenangan yang hanya bisa ditemukan setelah kembali kepada diri sendiri. Pulang adalah karya yang mengajak pembaca untuk berani membuka pintu kenangan dan menjelajahi jalan-jalan lama yang mungkin sudah lama terlupakan, untuk akhirnya menemukan kembali kedamaian di tempat yang sejatinya telah lama kita tinggalkan.
Penulis: Nadya Salsabila
Tebal: 115 halaman
Ukuran: 14 x 20 cm
Cetakan 1, April 2025




