Manifestasi Tasawuf: Dari Doktrin, Teori, hingga Pengalaman Hidup
Manifestasi Tasawuf: Dari Doktrin, Teori, hingga Pengalaman Hidup Harga aslinya adalah: Rp81.500.Harga saat ini adalah: Rp80.000.
Back to products
Cincin Sulaiman di Tanah Deli: Jaringan Arab-Hadrami di Sumatera Utara 1905–1966
Cincin Sulaiman di Tanah Deli: Jaringan Arab-Hadrami di Sumatera Utara 1905–1966 Harga aslinya adalah: Rp82.000.Harga saat ini adalah: Rp73.800.

Mitos dan Ritus Sendang Seliran: Tafsir Strukturalisme Levi-Strauss terhadap Perilaku Sosial

Harga aslinya adalah: Rp72.000.Harga saat ini adalah: Rp64.800.

Nama Penulis: Lailul Ilham
Tebal Buku: 128 halaman
Ukuran Buku: 13×20 cm
ISBN: 978-634-04-5288-4 (Cetak) / 978-634-04-5287-7 (E-book)

Kehidupan sosial manusia tidak semata dibentuk oleh hukum, peraturan, atau sistem administratif yang mengatur perilaku warga dalam bingkai formal. Di balik tatanan yang tampak rasional itu, terdapat lapisan makna yang lebih dalam, yaitu sebuah kesadaran bersama yang tumbuh dan diwariskan dari generasi ke generasi melalui cerita-cerita, simbol, dan ritus kebudayaan. Kesadaran ini sering kali bersumber dari mitos maupun legenda lokal yang aktif di dalam imajinasi masyarakat. Cerita-cerita itu membentuk cara pandang masyarakat terhadap alam, lingkungan, dan sesama.
Buku ini berangkat dari pandangan tersebut. Sebuah usaha menelusuri bagaimana mitos Sendang Seliran bukan sekadar cerita turun-temurun, tetapi juga menjadi pedoman tak tertulis yang mengatur laku sosial dan ritus keseharian. Sendang Seliran adalah sebuah situs bersejarah berupa kolam pemandian yang berada di Kotagede, Yogyakarta. Situs ini terletak tepat di sebelah selatan kompleks Makam Raja‑raja Mataram Kotagede. Dalam cerita mitologis, masyarakat meyakini bahwa sendang ini dibangun oleh Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram Islam, dan digunakan sebagai tempat bersuci atau ritual sebelum melakukan kegiatan spiritual. Diyakini, di dalam sendang bersemayam makhluk penjaga berupa “lele putih” sebagai simbol penjaga keseimbangan serta penanda kesucian tempat ini. Kehadiran makhluk ini menegaskan bahwa sendang bukan hanya sumber air secara fisik, tetapi juga pusat energi spiritual yang menjaga tatanan kehidupan masyarakat sekitar.

Stok 30

Deskripsi

Kepercayaan terhadap mitos sering melampaui rasionalitas dan pada sisi itulah letak kekuatan simboliknya sehingga mampu mengarahkan tindakan kolektif masyarakat. Sekalipun semangat modernitas sering kali menafikan mitos dan tradisi namun pada kenyataannya mitos tetap hidup dan berperan penting dalam mengatur hubungan sosial, menjaga keseimbangan moral dan
memperkuat identitas sosial dan budaya masyarakat. Melalui kajian interdisipliner, buku ini mendedahkan relasi antara narasi-narasi mitologis dan praktik sosial yang berkembang di tengah masyarakat, dari ritual adat hingga norma sehari-hari. Fakta tersebut menegaskan bahwa mitos bukan sekadar warisan masa lalu tetapi kekuatan yang terus menjadi bagian intergral kehidupan manusia dari generasi ke generasi. Penulis melihat eksistensi mitos dan ritus sebagai sebuah fenomena kebudayaan yang memiliki struktur dan pola-pola tertentu. Jadi mitos tidak hanya menunjukkan adanya struktur yang tampak berupa ritual, mantra, simbol dan kisah-kisah mistik. Tetapi juga menunjukkan adanya struktur lain—yang abstrak dan lebih kompleks—yang melingkupi eksistensi mitos sehingga mampu mempengaruhi perilaku sosial. Penulis menggunakan pendekatan strukturalisme Levi-Strauss untuk menganalisis, khususnya kerangka surface structure (struktur permukaan) dan deep structure (struktur dalam) dalam mengungkap kemungkinan-kemungkinan struktur kongkret dan struktur tidak tampak, yang berkaitan secara langsung atau tidak langsung dengan fenomena kepercayaan masyarakat terhadap mitos. Bagaimana kepercayaan dan ritual-ritual mitologis kemudian membentuk pola pikir, persepsi dan mempengaruhi cara berperilaku masyarakat dalam konteks kehidupan sosial.

Buku ini berusaha menyajikan pembahasan secara komprehensif tentang mitos Sendang Seliran. Bagaimana mitos tersebut diyakini kemudian memengaruhi persepsi, cara pandang, perilaku dan pola interaksi masyarakat, baik dalam konteks relasi sosial atau relasi dengan alam sekitar. Bagian-bagian pembahasan berupaya mengurai benang merah yang menghubungkan antara struktur mitos yang diyakini dengan manifestasi perilaku sosial sehari-hari, sehingga buku ini tidak hanya mendokumentasikan peristiwa mitologis, melainkan menganalisis bagaimana kepercayaan terhadap mitos mampu memengaruhi norma, etika, ritual, kesadaran ekologis bahkan ekonomi. Buku ini hadir dari sebuah keyakinan bahwa untuk benar benar memahami dinamika sebuah masyarakat maka harus terlebih dahulu menyelami kedalaman narasi-narasi fundamental yang membentuknya.

Ulasan (0)

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Mitos dan Ritus Sendang Seliran: Tafsir Strukturalisme Levi-Strauss terhadap Perilaku Sosial”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shipping & Delivery

MAECENAS IACULIS

Vestibulum curae torquent diam diam commodo parturient penatibus nunc dui adipiscing convallis bulum parturient suspendisse parturient a.Parturient in parturient scelerisque nibh lectus quam a natoque adipiscing a vestibulum hendrerit et pharetra fames nunc natoque dui.

ADIPISCING CONVALLIS BULUM

  • Vestibulum penatibus nunc dui adipiscing convallis bulum parturient suspendisse.
  • Abitur parturient praesent lectus quam a natoque adipiscing a vestibulum hendre.
  • Diam parturient dictumst parturient scelerisque nibh lectus.

Scelerisque adipiscing bibendum sem vestibulum et in a a a purus lectus faucibus lobortis tincidunt purus lectus nisl class eros.Condimentum a et ullamcorper dictumst mus et tristique elementum nam inceptos hac parturient scelerisque vestibulum amet elit ut volutpat.