Sial! Meninggalkan Kota Rantau Tak Pernah Mudah
Rp80.000 Harga aslinya adalah: Rp80.000.Rp68.000Harga saat ini adalah: Rp68.000.
Nama Penulis: Afiqul Adib
Tebal Buku: xii – 188 halaman
Ukuran: 13×20 cm
ISBN: Dalam Proses Pengajuan
Cetakan Pertama, Mei 2026
Merantau bukan hanya soal berpindah tempat, tapi belajar memahami hidup dari sudut yang berbeda. Kota rantau mengajarkan cara baru melihat hidup dengan segala kejanggalan, kehangatan, dan kenangan yang tak pernah hilang dari ingatan.
Jogja akan membuat kita jatuh cinta sekaligus membuat kita heran; dari keramahan yang nyaris tak masuk akal hingga realitas hidup yang tak seindah cerita wisata. Tentang Malang, kenangan terasa lebih awet daripada tata kotanya. Solo, Wonosobo, hingga Mojokerto punya caranya (budaya dan keseharian-nya) sendiri untuk membuat orang betah.
Buku ini bukan tentang kota-kota itu, melainkan tentang perasaan yang pasti tumbuh di dalamnya; tentang keasingan, kekaguman, jengkel, rindu, ingin pulang, lalu perlahan menjadi perasaan akrab yang tak mudah ditinggalkan.
Buku ini adalah kumpulan esai tentang pengalaman merantau. Mulai dari Jogja, Malang, Solo, Gresik, Mojokerto, sampai kota-kota kecil yang kadang hanya dilewati saja. Semuanya ditulis dari sudut pandang seorang anak Lamongan yang terlalu penasaran dengan hal-hal di sekitarnya. Di Jogja, penulis terkesima sekaligus dibuat geleng-geleng kepala. Keramahan orang-orangnya tidak masuk akal, bajigur dijadikan umpatan, dan hampir semua sudutnya bisa diromantisasi, termasuk kemacetan Gejayan. Tapi belakangan penulis sadar kalau Jogja itu memang istimewa kalau dikunjungi, bukan ditinggali. Sebab, UMR-nya tragis, klitih mengintai, dan biaya hidupnya nggak semurah yang dikira. Di Malang, ceritanya lain. Ada soto Qonaah yang melegenda, magisnya lalapan yang entah kenapa tempat tetap enak tanpa kecuali, dan tempat-tempat nostalgia para alumni yang pernah kuliah di Malang. Kalau boleh jujur, kota ini dikelola memang agak serampangan, tapi kenangannya susah sekali untuk pergi. Lalu ada Solo yang kulinernya otentik, Wonosobo yang ternyata lebih ramah dari Jogja, Gresik yang sumpek tapi punya kota lama yang mengejutkan, sampai Mojokerto yang diam-diam menawarkan kehidupan paling layak untuk menua dengan tenang.
Yah, setiap kota memang punya kisahnya masing-masing. Pada satu titik, kota rantauan memang membuat kita pengin “pulang”. Mengenang-ngenang apa yang ada, dan bersyukur hal itu telah terjadi. Ah, sial, terlalu banyak kenangan indah ternyata menyebalkan juga.
MAECENAS IACULIS
Vestibulum curae torquent diam diam commodo parturient penatibus nunc dui adipiscing convallis bulum parturient suspendisse parturient a.Parturient in parturient scelerisque nibh lectus quam a natoque adipiscing a vestibulum hendrerit et pharetra fames nunc natoque dui.
ADIPISCING CONVALLIS BULUM
- Vestibulum penatibus nunc dui adipiscing convallis bulum parturient suspendisse.
- Abitur parturient praesent lectus quam a natoque adipiscing a vestibulum hendre.
- Diam parturient dictumst parturient scelerisque nibh lectus.
Scelerisque adipiscing bibendum sem vestibulum et in a a a purus lectus faucibus lobortis tincidunt purus lectus nisl class eros.Condimentum a et ullamcorper dictumst mus et tristique elementum nam inceptos hac parturient scelerisque vestibulum amet elit ut volutpat.






Ulasan
Belum ada ulasan.