Sial! Meninggalkan Kota Rantau Tak Pernah Mudah
Nama Penulis: Afiqul Adib
Tebal Buku: xii - 188 halaman
Ukuran: 13x20 cm
ISBN: 978-634-05-0720-1
Cetakan Pertama, Mei 2026
Merantau bukan hanya soal berpindah tempat, tapi belajar memahami hidup dari sudut yang berbeda. Kota rantau mengajarkan cara baru melihat hidup dengan segala kejanggalan, kehangatan, dan kenangan yang tak pernah hilang dari ingatan.
Jogja akan membuat kita jatuh cinta sekaligus membuat kita heran; dari keramahan yang nyaris tak masuk akal hingga realitas hidup yang tak seindah cerita wisata. Tentang Malang, kenangan terasa lebih awet daripada tata kotanya. Solo, Wonosobo, hingga Mojokerto punya caranya (budaya dan keseharian-nya) sendiri untuk membuat orang betah.
Buku ini bukan tentang kota-kota itu, melainkan tentang perasaan yang pasti tumbuh di dalamnya; tentang keasingan, kekaguman, jengkel, rindu, ingin pulang, lalu perlahan menjadi perasaan akrab yang tak mudah ditinggalkan.
Sosiologi Kearifan; Teori dan Praktik Pemberdayaan Masyarakat
Buku ini mengajak pembaca untuk memahami lebih dalam konsep kearifan yang berkembang di tengah masyarakat, bagaimana ia diwariskan dari generasi ke generasi, serta bagaimana ia beradaptasi terhadap perubahan zaman. Dalam buku ini, penulis menyajikan berbagai perspektif dari berbagai teori sosiologi klasik hingga kontemporer, serta menampilkan potret sosial yang relevan guna memberikan gambaran nyata tentang peran kearifan dalam membentuk tatanan sosial yang harmonis.
Penulis: Mahatva Yoga Adi Pradana
Tebal: 220 halaman
Ukuran: 13x20 cm
Cetakan: 1 Agustus 2025
ISBN: 978-634-04-2537-6
Tampan Adalah Racun
Penulis: Muhammad Rahul
Tebal Buku: vi - 90 halaman
Ukuran: 13x19 cm
ISBN: Proses Pengajuan ISBN
Cetakan Pertama: Agustus 2026
"Tampan Adalah Racun" merupakan novel drama-psikologis dan coming-of-age yang mengangkat isu dinamika maskulinitas, luka akibat pengasuhan keluarga yang keras, serta bahaya ketika pesona fisik dijadikan alat untuk memanipulasi.
Ditulis dengan gaya naratif yang santai, lugas, dan intim, yang kerap menyapa pembaca secara langsung, novel ini mengisahkan perjalanan Erbian. Tumbuh di bawah tekanan otoriter sang ayah, Erbian melampiaskan kekecewaannya di luar rumah dengan meman-faatkan wajah tampannya untuk memper-mainkan hati banyak wanita, hingga akhirnya ia harus menelan kualat atas perbuatannya sendiri sebelum akhirnya menemukan pemulihan jiwa.
Yang Empunya Tanah
Nama Penulis: Firah Alifiah Ningrum
Tebal Buku: 116 halaman
Ukuran Buku: 13x20 cm
ISBN: Proses pengajuan
Cetakan Pertama: Oktober 2026
Bagaimana jika tiap-tiap nyawa yang hilang di pulau itu tidak langsung menuju alam baka? Sangiawita, penjaga tanah, menyembuhkan mereka sebelum waktunya tiba untuk pergi.
Di pulau itu, hutan mulai menyusut, gunung perlahan dikeruk, dan laut kehilangan ruang hidupnya. Apa yang dahulu hanya hidup dalam cerita leluhur perlahan menjelma menjadi kenyataan. Tanah mulai menyimpan luka, sementara jejak-jejak yang ditinggalkan manusia terus mengendap dalam ingatan mereka yang telah pergi.
Yang Empunya Tanah merupakan alih wahana cerita rakyat Gunung Sabampolulu di Kabupaten Bombana ke dalam naskah drama.




