Menampilkan 13–17 dari 17 hasil

Pekerjaan Sosial & Gender: Mazhab Pascakolonial

Harga aslinya adalah: Rp110.000.Harga saat ini adalah: Rp88.000.
Nama Penulis: Ro'fah, Ph.D. Ukuran: 15x23 cm Jumlah Halaman: xiv - 222 ISBN: 978-634-05-0692-1 Cetakan Pertama, Mei 2026 Buku ini lahir dari kegelisahan yang sudah lama. Bukan kegelisahan yang tiba-tiba datang dari membaca teori, melainkan kegelisahan yang tumbuh perlahan dari pengalaman bertahun-tahun — mengajar, meneliti, mendampingi, dan sesekali hanya duduk mendengarkan. Mendengarkan ibu yang disalahkan atas kegagalan sistem yang tidak pernah benar-benar ada untuk mendukungnya. Mendengarkan perempuan dengan disabilitas yang harus membuktikan bahwa ia layak menjadi ibu di hadapan dunia yang sudah memutuskan sebaliknya. Mendengarkan nenek yang masih merawat cucu-cucunya dengan tubuh yang sudah sangat lelah, sambil menyebut semua itu sebagai keikhlasan.

Perempuan di Belakang Panggung

Harga aslinya adalah: Rp70.000.Harga saat ini adalah: Rp59.500.
Penulis: Sumiyati Ukuran Buku: 13x20 cm Tebal Buku: xiv+134 halaman ISBN: 978-634-05-2447-5 Cetakan Pertama: Juni 2026 Cerita-cerita dalam buku ini tidak hanya berangkat dari imajinasi, tetapi juga berakar pada realitas sosial dan jejak sejarah tentang kehidupan masyarakat, relasi kuasa, serta pengalaman perempuan yang kerap berada dalam posisi yang tidak setara. Namun demikian, antologi ini tidak berhenti pada penggambaran ketidakadilan. Cerita-cerita dalam antologi ini menghadirkan negasi, perlawanan yang tidak selalu meledak tetapi bermakna, serta harapan akan perubahan yang mungkin terjadi dari hal-hal yang paling sederhana.

Sial! Meninggalkan Kota Rantau Tak Pernah Mudah

Harga aslinya adalah: Rp80.000.Harga saat ini adalah: Rp68.000.
Nama Penulis: Afiqul Adib Tebal Buku: xii - 188 halaman Ukuran: 13x20 cm ISBN: 978-634-05-0720-1 Cetakan Pertama, Mei 2026 Merantau bukan hanya soal berpindah tempat, tapi belajar memahami hidup dari sudut yang berbeda. Kota rantau mengajarkan cara baru melihat hidup dengan segala kejanggalan, kehangatan, dan kenangan yang tak pernah hilang dari ingatan. Jogja akan membuat kita jatuh cinta sekaligus membuat kita heran; dari keramahan yang nyaris tak masuk akal hingga realitas hidup yang tak seindah cerita wisata. Tentang Malang, kenangan terasa lebih awet daripada tata kotanya. Solo, Wonosobo, hingga Mojokerto punya caranya (budaya dan keseharian-nya) sendiri untuk membuat orang betah. Buku ini bukan tentang kota-kota itu, melainkan tentang perasaan yang pasti tumbuh di dalamnya; tentang keasingan, kekaguman, jengkel, rindu, ingin pulang, lalu perlahan menjadi perasaan akrab yang tak mudah ditinggalkan.

Sosiologi Kearifan; Teori dan Praktik Pemberdayaan Masyarakat

Harga aslinya adalah: Rp87.000.Harga saat ini adalah: Rp74.000.
Buku ini mengajak pembaca untuk memahami lebih dalam konsep kearifan yang berkembang di tengah masyarakat, bagaimana ia diwariskan dari generasi ke generasi, serta bagaimana ia beradaptasi terhadap perubahan zaman. Dalam buku ini, penulis menyajikan berbagai perspektif dari berbagai teori sosiologi klasik hingga kontemporer, serta menampilkan potret sosial yang relevan guna memberikan gambaran nyata tentang peran kearifan dalam membentuk tatanan sosial yang harmonis. Penulis: Mahatva Yoga Adi Pradana Tebal: 220 halaman Ukuran: 13x20 cm Cetakan: 1 Agustus 2025 ISBN: 978-634-04-2537-6

Tampan Adalah Racun

Rp67.000
Penulis: Muhammad Rahul Tebal Buku: vi - 90 halaman Ukuran: 13x19 cm ISBN: Proses Pengajuan ISBN Cetakan Pertama: Agustus 2026 "Tampan Adalah Racun" merupakan novel drama-psikologis dan coming-of-age yang mengangkat isu dinamika maskulinitas, luka akibat pengasuhan keluarga yang keras, serta bahaya ketika pesona fisik dijadikan alat untuk memanipulasi. Ditulis dengan gaya naratif yang santai, lugas, dan intim, yang kerap menyapa pembaca secara langsung, novel ini mengisahkan perjalanan Erbian. Tumbuh di bawah tekanan otoriter sang ayah, Erbian melampiaskan kekecewaannya di luar rumah dengan meman-faatkan wajah tampannya untuk memper-mainkan hati banyak wanita, hingga akhirnya ia harus menelan kualat atas perbuatannya sendiri sebelum akhirnya menemukan pemulihan jiwa.